selamat datang di blog saya. saya ingin membagi apa yang bisa saya bagikan kepada anda. Komen dari pengunjung sangat saya harapkan.

Wednesday, 7 September 2011

3x8=23

Yan hui adalah murid kesayangan Confucius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumuni banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat..


Pembeli berteriak : “3 x 8 = 23, kenapa kamu bilang 24?” Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: “sobat, 3 x 8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi.” Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata “Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius.Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan,”


Yan Hui : “Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?”
Pembeli kain : “Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaiman?”
Yan Hui : “Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu.”


Keduanya sepakat untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius. Setelah Confusius tahu duduk persoalannya, Confusius berkata kepada Yan Hui sambil tertawa

Confusius : “ 3 x 8 = 23. Yan Hui, kamu kalah. Berikan jabatanmu kepada dia.”


Selamanya Yan Hui tidak akan berdebat dengan gurunya. Ketika mendengar Confusius berkata dia salah, diturunkannya topinya lalu dia berikan kepada pembeli kain.

Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas. Walaupun Yan Hui menerima penilaian Confusius tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya. Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi hati Yan Hui dan memberi cuti padanya. Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat kembali setelah urusannya selesai, dan memberi Yan Hui dua nasihat: “Bila hujan lebat, jangan berteduh di bawah pohon. Dan jangan membunuh.”


Yan Hui menjawab, “Baiklah,” lalu berangkat pulang. Di dalam perjalanan tiba-tiba angin kencang disertai petir, kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di bawah pohon tapi tiba-tiba ingat nasihat Confusius dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia meninggalkan pohon tersebut. Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui terkejut, nasihat gurunya yang pertama terbukti.


Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba di rumahnya saat malam sudah larut dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai di depan ranjang, dia meraba dan mendapati ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia sangat marah, dan mau menghunuskan pedangnya. Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasihat Confusius, jangan membunuh. Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping istrinya adalah adik istrinya.


Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan berkata “Guru. Bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?”


Confusius berkata”Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan turun hujan petir,makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon. Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru mengingatkanmu agar jangan membunuh.”


Yan Hui berkata ”Guru,perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum”

Confusius menjawab “ Aku tahu kamu minta cuti bukanlah urusan keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku. Cobalah kamu pikir.


“ kemarin guru bilang 3 x 8 = 23 adalah benar, kamu kalah dan kehilangan jabatanmu. Tapi jikalau guru bilang 3 x 8 = 24 adalah benar, si pembeli kainlah yang kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa.

Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih penting?”

Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata “Guru mementingkan yang lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun. Murid benar-benar malu.” Sejak itu, kemanapun Confusius pergi Yan Hui selalu mengikutinya.


Cerita ini mengingatkan kita :


Jikapun aku bertaruh dan memenangkan seluruh dunia, tapi aku kehilangan kamu apalah artinya. Dengan kata lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu anggap adalah kebenaran, tap malah kehilangan sesuatu yang lebih penting. Banyak hal ada kadar kepentingannya. Janganlah gara-gara bertaruh mati-matian untuk prinsip kebenaran itu, tapi akhirnya malah menyesal, sudahlah terlambat. Banyak hal sebenarnya, tidak perlu dipertaruhkan.



Mundur selangkah, malah yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang

Monday, 11 July 2011

KANGEN

sudah 1 minggu lebih berpisah kangen banget rasanya

tips Membuat Otak Anak anda Jadi Genius

Merangsang Pertumbuhan dengan Pendidikan dalam Kandungan 
Para dokter menyatakan, bayi dalam kandungan usia tiga bulan sudah mempunyai perasaan, empat bulan sudah mampu merasakan suara dari luar. Suara dari luar ini akan terus merangsang organ indera anak dalam kandungan dan mendorong pertumbuhannya, mempunyai peran yang penting bagi pertumbuhan intelegensi. Pada dasarnya cerebral cortex (bagian otak yang penting untuk mengingat, memperhatikan, menyadari, berpikir, mengerti bahasa dan lain sebagainya) bayi dalam kandungan sudah terbentuk pada usia 5 – 6 bulan, bila pada masa ini diperdengarkan musik ataupun dilakukan pemijatan lembut pada bagian perut akan dapat meningkatkan pertumbuhan intelegensi sang anak.

Fondasi Perkembangan Intelegensi Ditentukan pada Masa Anak-Anak
Sejak bayi dilahirkan, ayah-bunda sudah mempunyai peran penting untuk mengajarkan pengetahuan dasar kepadanya. Kalau saja ayah bunda pada tahap ini dapat membimbing sang anak dengan murah hati, hormat dan penuh kasih sayang, maka bukan saja dapat meletakkan dasar kepribadian yang unik bagi sang anak, bahkan dapat membuat anak memiliki kemampuan belajar dan sikap bergaul yang baik. Dengan demikian, peran ayah bunda bukan hanya membesarkan, bahkan juga memikul tanggung jawab besar sebagai “guru pribadi”.

Para pakar menyatakan, “Anak-anak pada rentang usia 4 sampai dengan 13 tahun, karena belum banyak mengecap asam garam dunia, hatinya masih murni, merupakan masa dengan daya ingat yang paling kuat selama hidupnya. Jika pada masa keemasan ingatan ini memperoleh pendidikan yang baik, akan sangat bermanfaat bagi sepanjang hidupnya.
Penulis rubik khusus pendidikan, Korey Capozza, menyarankan sembilan cara untuk membina dan meningkatkan IQ (intelligence quotient ) anak.




1. Belajar Musik
2. Beri minum Air Susu Ibu
3. Tingkatkan kesehatan
4. Permainan
5. Menolak junk food
6. Memupuk rasa ingin tahu
7. Membaca
8. Makan pagi
9. Bermain permainan pengasah otak


Monday, 4 July 2011

LASKAR 14 band aq (kangen..........)

udah lama nggak ngumpul bareng. lengkap semuanya,main lagi, dengan repetan bunda laskar n nasehat2 dari ayah laskar.
udah kangen benget ne ma anak laskar..
hm......udh ssah x lh kyknya bisa ngumpul semua, abis fajrin jauh banget,bandung man............

tapi untuk nostalgia upload fotonya di blog ah............
kompak banget,biasanya nggak pernah sejalan
hehe
ne dia ajrin n aldi rhitim n drumer kami


ntah siapa pun tg mati

nech gaya lamang
hahaha

selalu aja ada gaya yang merusak

ehem...........
;-}

ngapain lah ini

mau berak yan??
ekeke

Sunday, 3 July 2011

jawaban Quis PAk Mesran No 4

ne jawaban saya pak!!

# include <iostream.h>
 # include <stdio.h>
 # include <math.h>
 # include <conio.h>
 # include <string.h>

 struct data {
     char kode[15];
     char nama[30];
     char pendidikan[15];
     char keahlian[30];

     char npm[8];
     char jenjang[2];
     char jurusan[20];
     char tahun[4];

     } pgw[50];

 void menu();
 void dosen();
 void mahasiswa();
 void bc_dosen();
 void bc_mahasiswa();

 void main()
 {
     char pil='0';
     while (pil!='5')
     {
     menu();
     pil=getche();
     switch(pil)
     {
    case'1':
                dosen();break;
          case'2':
                mahasiswa();break;
          case'3':
                bc_dosen();break;
          case'4':
                bc_mahasiswa();break;
     }
  }
 }

 void menu()
 {
     clrscr();
     gotoxy(25,5);cout<<"MENU DATA BUDIDARMA";
     gotoxy(25,6);cout<<"-------------------------------------";
     gotoxy(25,7);cout<<"[1]Input Data dosen";
     gotoxy(25,8);cout<<"[2]Input Data mahasiswa";
     gotoxy(25,9);cout<<"[3]Membaca Data dosen";
     gotoxy(25,10);cout<<"[4]Membaca Data mahasiswa";
     gotoxy(25,11);cout<<"[5]Keluar program";
     gotoxy(25,12);cout<<"------------------------------------";
     gotoxy(25,13);cout<<"PILIHAN :";
 }

 void dosen()
 {
     FILE *coba;
     float atof();
     int i,n=0;
     while(1)
     {
        clrscr();
        gotoxy(35,5);cout<<"MEMASUKKAN DATA DOSEN";
        gotoxy(35,6);cout<<"------------------------------------------";
        gotoxy(35,7);cout<<"Kode Dosen   :";
          gets(pgw[n].kode);
        if(strlen(pgw[n].kode)==0)
          break;
        gotoxy(35,8);cout<<"Nama  :";
          gets(pgw[n].nama);
        gotoxy(35,9);cout<<"Pendidikan  :";
          cin>>pgw[n].pendidikan;
        gotoxy(35,10);cout<<"keahlian    :";
          cin>>pgw[n].keahlian;
        gotoxy(35,6);cout<<"--------------------------------------------";
        n++;
     }
     coba=fopen("c:\\Pegawai.Dat","wb");

     for(i=0;i<n;++i)
     {
        fwrite(&pgw[i],sizeof(pgw[i]),1,coba);
     }
     fclose(coba);
 }
 void mahasiswa()
 {
     FILE *coba;
     float atof();
     int i,n=0;
     while(1)
     {
        clrscr();
        gotoxy(35,5);cout<<"MEMASUKKAN DATA MAHASISWA";
        gotoxy(35,6);cout<<"------------------------------------------";
        gotoxy(35,7);cout<<"NPM   :";
          gets(pgw[n].npm);
        if(strlen(pgw[n].npm)==0)
          break;
        gotoxy(35,8);cout<<"Nama  :";
          gets(pgw[n].nama);
        gotoxy(35,9);cout<<"Jenjang  :";
          gets(pgw[n].jenjang);
        gotoxy(35,10);cout<<"Jurusan    :";
          gets(pgw[n].jurusan);
        gotoxy(35,11);cout<<"Tahun    :";
          gets(pgw[n].tahun);
        gotoxy(35,6);cout<<"--------------------------------------------";
        n++;
     }
     coba=fopen("c:\\Pegawai.Dat","ab");

     for(i=0;i<n;++i)
     {
        fwrite(&pgw[i],sizeof(pgw[i]),1,coba);
     }
     fclose(coba);
 }

void bc_dosen()
 {
     FILE *coba;
     int i=0,n=0;

     clrscr();
     coba=fopen("c:\\Pegawai.Dat","ab");
     if(coba==NULL)
     {
          gotoxy(20,10);cout<<"File PEGAWAI.Dat belum ada";
          gotoxy(20,12);cout<<"Tekan sembarang Tombol";
          getch();
          return;
     }
     gotoxy(5,1);cout<<"LAPORAN DATA DOSEN STMIK BUDIDARMA";
     gotoxy(5,2);cout<<"----------------------------------------";
     gotoxy(5,3);cout<<"NO   KODE   NAMA  PENDIDIKAN    KEAHLIAN ";
     gotoxy(5,4);cout<<"----------------------------------------";
     while((fread(&pgw[n],sizeof(pgw[n]),1,coba))==1)
     {
          i++;
          gotoxy(6,4+i);cout<<i;
          gotoxy(10,4+i);cout<<pgw[n].kode;
          gotoxy(19,4+i);cout<<pgw[n].nama;
          gotoxy(50,4+i);cout<<pgw[n].pendidikan;
          gotoxy(60,4+i);cout<<pgw[n].keahlian;
     }
 void bc_mahasiswa()
 {
     FILE *coba;
     int i=0,n=0;

     clrscr();
     coba=fopen("c:\\Pegawai.Dat","rb");
     if(coba==NULL)
     }
          gotoxy(20,10);cout<<"File MAHASISWA.Dat belum ada";
          gotoxy(20,12);cout<<"Tekan sembarang Tombol";
          getch();
          return;
     {
     gotoxy(5,1);cout<<"LAPORAN DATA MAHASISWA STMIK BUDIDARMA";
     gotoxy(5,2);cout<<"----------------------------------------";
     gotoxy(5,3);cout<<"NO   NPM   NAMA  JENJANG   JURUSAN  TAHUN ";
     gotoxy(5,4);cout<<"----------------------------------------";
     while((fread(&pgw[n],sizeof(pgw[n]),1,coba))==1)
     }
          i++;
          gotoxy(6,4+i);cout<<i;
          gotoxy(10,4+i);cout<<pgw[n].npm;
          gotoxy(19,4+i);cout<<pgw[n].nama;
          gotoxy(40,4+i);cout<<pgw[n].jenjang;
          gotoxy(50,4+i);cout<<pgw[n].jurusan;
          gotoxy(60,4+i);cout<<pgw[n].tahun;
     }
     getch();
     fclose(coba);
 }

Lirik Lagu Band Aku, (KEABADIAN CINTA)

udah lama nggak main ama anak laskar 14, kangen banget
sejenak aku berbagi lirik lagu yang alhamdulillah berhasil menjadi juara 1 pada lomba cipta lagu beberapa tahun lalu
Ini jalan hidupku
Ku telah memilih
Disini kumenanti

Tuk memelukmu


REFF"

Tak akan berubah
Perasaan ini
Kumencintaimu sampai kumati
Akankah sendiri
Aku menghadapi
Kerinduan cinta dalam indah sepiku


Tak pernahkah kau tahu
Isi dalam hatiku

Yang selalu menanti

Cinta darimu

RENUNGKANLAH!!

Tuhan tidak pernah menjanjikanbahwa langit selalu biru, Bunga selalu mekar, dan Mentari selalu Bersinar.
Tapi ketahuilah bahwa dia selalu memberi pelangi di setiap badai, senyum di setiap air mata Berkah di setiap cobaan, dan jawaban di setiap do'a.

Kalimat ini membuat saya menjadi lebih bersemangat. mudah2an teman2 pembaca blog ini dapat mengambil hikmah dari sepenggal kalimat ini.
Jangan Menyerah, dan teruslah Berjuang.
^_^
MERDEKA!!!!
wkwkwkwkwkw